• Jumat, 12 Agustus 2022

Ada Permintaan Vaksin dari Kelompok Gay, Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia?

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:32 WIB
Ada Permintaan Vaksin dari Kelompok Gay, Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia?  Source: Hellosehat
Ada Permintaan Vaksin dari Kelompok Gay, Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia? Source: Hellosehat

KILASBERITA.ID - Penyebaran Cacar monyet sangat menghawatirkan, apalagi di daratan Eropa dan Amerika Serikat. Kelompok yang paling menghawatirkan adalah kelompok penyuka sesama jenis (Gay). Kenapa kelompok ini rentan terkena cacar monyet?

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dr Prasetyadi Mawardi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), kelompok gay lebih berisiko karena aktivitas kontak erat yang dilakukan kemungkinan lebih besar memudahkan transmisi cacar monyet.

Ada laporan tentang permintaan vaksin cacar monyet. Seperti diberitakan detikcom, ketua Satgas Monkeypox (Cacar Monyet) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari SpKK melaporkan sudah dua permintaan khusus terkait vaksin cacar monyet dari kelompok gay. Mereka disebut khawatir tertular dan merasa berisiko lantaran sebagian besar kasus cacar monyet di nyaris seluruh negara dilaporkan pada kelompok gay.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut 5.300 Desa di Jabar Masuk Program Desa Digital

"Sudah ada dua orang yang hubungi saya menanyakan vaksinasi sebelum mereka kemungkinan tertular, karena merasa sangat berisiko," katanya dalam konferensi pers PB IDI, Selasa (2/8/2022).

"Tetapi seperti diketahui vaksin monkeypox ini belum diapprove oleh BPOM RI, meskipun sudah ada rekomendasi dari CDC dan WHO," lanjutnya.

Di tengah vaksinasi monkeypox yang belum tersedia, Satgas IDI disebutnya akan berfokus memberikan edukasi cara penularan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Infeksi cacar monyet diketahui tidak mudah menular, tetapi kerap tidak disadari risikonya saat melakukan kontak.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan Kartu Prakerja Gelombang 39 Telah Dibuka, Ini Prosedurnya!

"Kontak erat dari kulit ke kulit, atau mukosa ke mukosa, misalnya mulut, daerah anus, daerah mata, justru itu mentransfer virusnya secara banyak," pesan dia.

Halaman:

Editor: Atik Koswara

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program PTSL di Bogor Dimanfaatkan Mafia Tanah

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:41 WIB

Contoh Puisi Kemerdekaan Dalam Rangka HUT RI ke-77

Senin, 1 Agustus 2022 | 16:44 WIB

NIK KTP Jadi NPWP Dengan Format Baru

Kamis, 28 Juli 2022 | 08:31 WIB
X